Latest News

Showing posts with label Berkorban. Show all posts
Showing posts with label Berkorban. Show all posts

Sunday, February 7, 2021


 πŸ†πŸ…°πŸ…ΆπŸ…Έ Sabtu 6 Februari 2021 
Peringatan Wajib St. Paulus Miki, Imam dkk. Martir: 
•Ibr. 13: 15-17, 20-21;
•Mzm..23: 1-3a, 3b-4, 5, 6;
•Mrk..6: 30-34.
Hari Sabtu Imam


Berbuat baik dan melayani sesama mengandaikan kesediaan untuk berkorban. Berkorban berarti seseorang rela mengabaikan kepentingan sendiri (perhatian, waktu, tenaga, uang, perasaan) dan mencurahkan semuanya itu untuk kepentingan orang lain atau kepentingan yang lebih besar.

Dari perikop Injil hari ini kita membaca bahwa para murid kembali lagi berkumpul dari menunaikan misi perutusan mewartakan Injil. Mereka mau melapor kepada TUHAN YESUS, Guru mereka. YESUS kemudian mengajak mereka untuk beristirahat sejenak guna merefleksikan diri dengan mencari tempat yang tenang hingga dapat mengheningkan diri. Istirahat untuk hening sejenak juga perlu bagi kita guna menjaga agar pemikiran dan tenaga kita tetap segar. Jadi di tengah kesibukan sehari-hari kita memang perlu mencari waktu hening agar dapat berefleksi diri dan tidak tergoda untuk hanya cari popularitas diri atau kemasyhuran sendiri.
Tetapi rencana mereka diketahui orang banyak. Akibatnya, gagallah acara istirahat mereka. Meskipun dalam kondisi capek, namun YESUS lebih mengutamakan untuk berkorban demi kebutuhan dan kepentingan orang banyak itu. "Ketika YESUS  mendarat, IA melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-NYA oleh belas kasihan kepada mereka...."  (Mrk. 6:34). IA kemudian melayani mereka dengan mengajar banyak hal.

YESUS rela berkorban. Meski belum sempat makan IA masih memberi nasihat, penghiburan dan pengajaran. Dengan cara ini IA mengajak para murid dan kita semua  untuk rela mengorbankan waktu dan perhatian untuk orang banyak dari pada mementingkan diri sendiri. Berbuat kebaikan adalah salah satu kewajiban yang harus dan bisa kita lakukan kapan pun dan di mana pun. Rasul Paulus juga menekankan hal ini: "Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan pada ALLAH" (Ibr.13:16). Tentu pengorbanan itu harus dengan penuh kerelaan bukan karena dipaksa atau dengan hati yang penuh maki-maki. Bersediakah kita berkorban untuk orang lain dengan menyisihkan kepentingan kita sendiri, terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini?

Santo Paulus Miki SJ dan banyak Imam dan biarawan lain serta para awam di Jepang, yang kita peringati hari ini memperlihatkan betapa besar pengorbanan mereka ketika menghadapi Kaisar Jepang pada abad 16 - 17. Mereka berani berkorban nyawa demi iman dan pewartaan Injil. Penyiksaan sungguh kejam, telinga dipotong dan badan habis disesah kemudian diarak masuk kota. Walau para pengikut KRISTUS banyak yang dibunuh dengan sadis, tetapi iman kepada KRISTUS tidak mati justru sebaliknya tetap bertahan dan tumbuh pelan-pelan di Jepang. Paulus Miki sempat menulis surat kepada pemerintah Jepang: "Apakah dengan penyiksaan ini kalian sanggup merampas harta dan kemuliaan yang diberikan TUHAN kepada kami? Seyogyanya kamu harus bergembira dan bersyukur atas kemuliaan TUHAN yang diberikan kepada kami".

Ya TUHAN, ajarilah aku untuk berani dan rela berkorban demi kebaikan dan kesejahteraan serta kesehatan sesama. Santo Paulus Miki dan para Martir di Jepang, kuatkanlah imanku. Amin.

Selamat pagi. Selamat melaksanakan aktivitas pada akhir minggu. AMDG. Berkat TUHAN.

Maaf RAGI  hari ini datang sangat terlambat terutama bagi mereka di daerah/waktu di Indonesia Tengah dan Timur serta Australia