Latest News

Showing posts with label Hari Sabat. Show all posts
Showing posts with label Hari Sabat. Show all posts

Sunday, February 7, 2021

Aturan Hari Sabat

 πŸ†πŸ…°πŸ…ΆπŸ…Έ Selasa 19 Januari 2021 
Hari Biasa Pekan Biasa II : 
•Ibr. 6: 10-20 ; 
•Mzm. 111: 1-2, 4-5, 9, 10c; 
•Mrk. 2: 23-28.
Hari Kedua Pekan Doa Sedunia

Aturan Hari Sabat

Dalam kisah Penciptaan diceritakan bahwa ALLAH  bekerja sampai hari keenam dan pada hari ketujuh beristirahat. Hari ketujuh adalah hari Sabat (Shabat - bahasa Ibrani =  istirahat/berhenti bekerja). Demikian juga kita sekarang enam hari bekerja dan hari Minggu berhenti bekerja untuk istirahat dan memuliakan ALLAH. Kebiasaan atau aturan ini baik. Namun menjadi kurang baik kalau salah dalam penggunaannya.

Hari Minggu adalah hari kebangkitan TUHAN YESUS. Jika pandemi sudah lewat, maka pada hari itu kita gunakan untuk merayakan Ekaristi di gereja. Di dalamnya terungkap misteri Kasih ALLAH kepada kita. Di situ kita menikmati Kasih ALLAH itu dan membaharui harapan kita akan janji ALLAH. "Pengharapan itu adalah  sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir" (Ibr. 6:19). Sebuah kapal akan tetap tegak di tengah laut, walau ada gelombang atau badai yang menerpanya, karena ada sauh atau jangkar yang dilempar ke dasar laut. Demikian juga hidup kita akan tenang, kokoh dan gigih, walau diterpa aneka masalah karena kita memiliki harapan yang kuat. Harapan kita itu bagaikan sauh hidup kita dan itu sangat kuat karena mempunyai dasarnya pada janji ALLAH. "ALLAH  telah mengikat Diri-NYA dengan sumpah" (ayat 17).

Orang-orang Farisi dalam  perikop Injil tidak memanfaatkan hari Sabat untuk menguatkan  harapan, tetapi untuk menghakimi orang lain. TUHAN YESUS tidak anti aturan hari Sabat, tetapi menempatkannya secara benar. "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat" (Mrk. 2:27). Aturan hari Sabat dibuat agar hidup manusia semakin baik, kokoh dan berkelimpahan dalam pengharapan akan janji ALLAH.

Sepintas lalu dalam teks Injil hari ini seakan-akan YESUS berpihak pada anak-anak nakal yang suka melanggar aturan. Benarkah demikian? Kita harus sangat sadar bahwa YESUS juga dididik dalam keluarga Yahudi yang taat dengan segala macam peraturan agama dan masyarakat. DIA tentu bukan tipe anak nakal yang suka melanggar aturan. YESUS sama sekali tidak memprovokasi intuk melanggar aturan hari Sabat. DIA menawarkan suatu prinsup baru yang harus berada di atas peraturan di dunia ini, yaitu cinta kasih kepada sesama.

Kadang banyak peraturan agama dibuat dengan sangat bagus pada zaman lampau, tetapi tidak mengindahkan prinsip cinta kasih yang seharusnya melandasi semua itu. Lebih baik menolong orang lapar, menyembuhkan orang sakit, dan masih banyak tindakan kasih yang  YESUS lakukan untuk mempertegas bahwa hukum cinta kasih di atas segalanya.

Kerap kali dalam hidup kita pun, kita bersikap  seperti orang Farisi yang merasa dirinya suci, dengan menjalankan secara harfiah apa yang tertulis dalamn aturan agama, tanpa kita lihat keadaan sesama di sekitar kita yang membutuhkan uluran Kasih. Cobalah kita mawas diri kita: Apakah hati nurani kita tetap bersih waktu menjalani berbagai aturan agama?

TUHAN YESUS, puji dan syukur bagi-MU, karena ENGKAU lah sumber pengharapan hidupku yang tak pernah goyah. Kuatkan pengharapanku ya TUHAN, ajarilah aku untuk jadi murid-murid-MU yang taat dan peka untuk menolong sesama yang membutuhkan uluran kasih-MU. Amin.

Selamat pagi. Selamat beraktivitas. AMDG. Berkat TUHAN