Latest News

Showing posts with label Persembahan. Show all posts
Showing posts with label Persembahan. Show all posts

Sunday, February 7, 2021

Persembahan

 πŸ†πŸ…°πŸ…ΆπŸ…Έ Selasa 2 Februari 2021 
Pesta YESUS Dipersembahkan di Bait ALLAH : 
•Mal. 3: 1-4; 
•Mzm. 24; 7, 8, 9, 10; 
•Ibr. 2: 14-18; 
•Luk. 2; 22-40 (atau singkatnya Luk. 2: 22-32)

PERSEMBAHAN

Pesta YESUS dipersembahkan di Bait ALLAH dirayakan 40 hari setelah Kelahiran-NYA, dan biasanya juga disebut  "Pesta Lilin". Sebab, biasanya pada hari ini lilin-lilin diberkati dan diikuti dengan prosesi lilin. Kita merayakan kehidupan KRISTUS yang dihubungkan dengan Hukum Musa, yang mensyaratkan bahwa 40 hari setelah kelahiran anak lelaki sulung, maka orangtua Sang Anak harus pergi ke Kenisah Yerusalem untuk mempersembahkannya kepada TUHAN dan untuk pentahiran sang Ibu. (Kel. 13:2,11-16; Im.12:1-8). Maria dan Yosef memenuhi hukum itu sambil mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Maria dan Yosef pada satu sisi memenuhi Hukum Taurat dan di sisi lain sebenarnya YESUS datang untuk menemui umat yang percaya kepada-NYA. DIA-lah Almasih yang dinanti-nantikan (bdk. Ul.19:15). Oleh ROH KUDUS, DIA dinyatakan sebagai Kemuliaan bagi umat ALLAH dan cahaya para bangsa. TUHAN datang berseri mulia menerangi mata para abdi-NYA. Simeon yang benar dan saleh telah dinyatakan oleh ROH KUDUS, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Simeon diperkenankan menyambut dan menatang-NYA, segera mengakui DIA sebagai  Sang Mesias yang sudah dinanti-nantikan, dan sebagai pemenuhan nubuat para Nabi dan pengharapan bangsa Israel. DIA sekarang hadir  sebagai "Terang yang menjadi pernyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi Kemuliaan bagi umat-MU, Israel" (Luk. 2:32). 
Demikian pula kehadiran Hana, seorang nabi perempuan yang siang malam hanya berdoa dan berpuasa di Bait-NYA, adalah lambang umat manusia yang sudah merindukan Sang Penyelamat dunia.

Dalam Bait ALLAH atau sekarang Gereja, adalah tempat perjumpaan antara manusia dan TUHAN. Dan dalam ibadat sering dilakukan persembahan yang utama seharusnya adalah diri kita sendiri. Hanya dengan mempersembahkan diri, kita bisa berjumpa dengan TUHAN, yang juga memberikan Diri-NYA bagi kita. Karena itulah YESUS dipersembahkan di Kenisah sebagai "model" bagi kita agar berani mempersembahkan diri kepada TUHAN. "Sebab sesungguhnya bukan malaikat-malaikat yang IA kasihani, tetapi keturunan Abraham yang IA kasihani. Itulah sebabnya maka dalam segala hal IA  harus disamakan dengan saudara-saudara-NYA..." (Ibr. 2:16-17).

Pesta hari ini ingin mengajak kita untuk mempersembahkan diri, hidup dan karya bakti kita agar menjadi Kemuliaan bagi ALLAH dan keselamatan sesama manusia. Jika demikian maka hidup dan karya kita harus dapat berguna bagi sesama, bukan sebaliknya, justru merongrong kepentingan umum dan merugikan keadilan sosial. Sudahkah hal ini kita lakukan dengan penuh tanggung jawab, terlebih dalam masa sulit pandemi seperti sekarang ini? 
Selain itu Pesta ini juga mau mengingatkan kita betapa ALLAH amat mencintai umat-NYA. TUHAN selalu hadir di tengah kita. Beranikah kita untuk menjadikan hati kita sebagai Kenisah tempat DIA bersemayam? Dengan demikian kita dituntut untuk menjaga terus kemurnian, kesucian, kebersihan dan kejujuran hati kita. Sanggupkah kita?

Ya TUHAN. bimbinglah aku agar berani memberikan seluruh diriku dan membiarkannya mengalami perjumpaan dengan DIKAU dan dalam persatuan dengan sesamaku. Amin.

Selamat pagi. Selamat beraktivitas. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr