Latest News

Showing posts with label Semangat Martir. Show all posts
Showing posts with label Semangat Martir. Show all posts

Sunday, February 7, 2021

Semangat Martir

 πŸ†πŸ…°πŸ…ΆπŸ…Έ Jumat 5 Februari 2021
Pekan Biasa IV
Peringatan Wajib St. Agata, Perawan dan Martir
• Ibr. 13:1-8; 
• Mzm.27:1.3.5.8b-9abc; 
• Mrk. 6:14-29.
Jumat Pertama

Semangat Martir

“Siapa Yesus itu?” Pada zaman Yesus, pertanyaan ini menimbulkan spekulasi di kalangan luas. Pada awalnya orang mengenal Yesus sebagai orang Nasaret, Guru yang luar biasa. Selanjutnya, Ia dianggap sebagai reinkarnasi dari nabi zaman sebelumnya, atau seorang nabi baru untuk masa itu. Tetapi belum ada yang mengenali Yesus sebagai Mesias, apalagi Mesias yang akan dihukum mati, dimakamkan, dan akan bangkit lagi. 
    Dalam Bacaan Injil hari ini Herodes, yang masih dihantui rasa bersalah atas kematian Yohanes Pembaptis, mengatakan bahwa Yesus itu "Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi." (Mrk 6:16). Herodes telah memenjarakan Yohanes karena ia mengkritik Raja itu, "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Maka Herodias, istrinya, “menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia.” Pada suatu acara pesta, Herodes terpaksa menyuruh pengawal untuk memenggal kepala Yohanes, atas permintaan Herodias lewat putrinya, yang tariannya begitu memesona Raja serta para tamu sehingga Raja bersumpah bahwa apapun permintaan anak itu akan dituruti.
   Eksekusi atas Yohanes, yang dikisahkan secara dramatis dalam Injil ini, terlihat sejajar dengan apa yang akan dialami oleh Tuhan Yesus. Yohanes maupun Yesus dieksekusi oleh penguasa (Herodes dan Pilatus) yang sebenarnya tidak ingin menghukum mereka. Kedua penguasa sama-sama mengakui kesucian dan kebenaran orang yang mereka hukum secara tidak adil itu. Orang yang merekayasa kematian Yohanes maupun Yesus (Herodias maupun para pemuka agama Yahudi) berbuat demikian karena mereka mendapat kritik yang tidak dapat mereka bantah. 
    Sesudah Yohanes dieksekusi, “murid-murid Yohanes mengambil jenazahnya untuk membaringkannya dalam makam”. Kisah ini sejajar dengan kisah Yusuf Arimatea dan murid-murid Yesus yang meminta jenazah Yesus dan membaringkan-Nya dalam makam. Selanjutnya, kata Herodes bahwa Yesus adalah “Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya dan yang bangkit lagi,” seakan memperlihatkan bahwa Yesus nanti akan dihukum mati (oleh Pilatus), dan akan bangkit lagi. Inilah pewahyuan awal mengenai siapa Yesus itu: Dialah Mesias yang akan menderita, wafat, dan bangkit lagi.
    Dengan demikian, Yohanes menyiapkan jalan untuk Sang Mesias bukan hanya dengan mewartakan kedatangan Yesus. Kemartiran Yohanes juga mencerminkan kejadian yang akan datang, yaitu bahwa Yesus Mesias itu akan dihukum mati karena pewartaan-Nya, dimakamkan, dan bangkit lagi. Iman Yohanes sebagai utusan Allah menjiwai seluruh hidupnya hingga dengan tabah ia menjalani hukuman mati karena menyampaikan pesan Tuhan kepada Herodes.
    Kita pun harus melakukan hal yang sama. Sebagai pribadi maupun sebagai komunitas Gereja, kita diutus untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan, termasuk untuk mereka yang belum mengenal Kristus. Kita dapat melakukannya dengan mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diterima oleh masyarakat umum. Nilai-nilai itu meliputi berbagai wilayah kehidupan, seperti bidang pendidikan, bidang politik, bidang informasi dan komunikasi sosial, pelayanan kesehatan, pelayanan lansia, bantuan bagi yang terkena dampak pandemi covid-19, dan banyak bidang kehidupan lainnya. Dengan mewujudkan nilai Kristiani pada bidang-bidang kehidupan umum, kita membuka jalan untuk warta Injil bagi semua kalangan.

Bacaan Pertama menasihatkan nilai-nilai Kristiani yang perlu kita renungkan. Pertama adalah kasih persaudaraan, sebagaimana dinasihatkan Tuhan, “Seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi”. Nasihat untuk memberi tumpangan kepada orang asing, seperti Abraham, yang ternyata menjamu malaikat. Perhatian pada orang hukuman, seperti sabda Tuh…