Latest News

Showing posts with label persiapan diri. Show all posts
Showing posts with label persiapan diri. Show all posts

Sunday, December 12, 2021

Adven: Mempersiapkan Diri Secara Mendalam

*Adven: Mempersiapkan Diri Secara Mendalam*

Ketika orang-orang Yahudi _hidup sengsara dalam pengasingan di Babel,_ Nabi Yesaya _(Yes 48:17-19)_ mengajak umat melakukan _pembaruan pandangan hidup._ Ia mewartakan firman Allah yang mengajak mereka *berefleksi:* _sekiranya_ Israel tidak mengikuti kemauan sendiri, tetapi _selalu *mendengarkan* tuntunan Allah dan melakukan perintah-perintah-Nya,_ keadaan mereka kini tentu _sejahtera dan bahagia._ Mereka tentu telah menjadi _bangsa besar yang jumlah keturunannya seperti pasir di tepi laut,_ sebagaimana telah dijanjikan kepada Abraham, dan tidak menyusut hingga tinggal sisa-sisanya seperti pada masa pembuangan ini. 
    Warta Nabi Yesaya itu mengingatkan kita sekarang, agar kita selalu _membarui hidup kita sesuai dengan *ajaran Tuhan;*_ janganlah kita hanya mengikuti kemauan sendiri, sehingga _kehilangan anugerah keselamatan_ yang dijanjikan Allah kepada kita lewat Putra-Nya Yesus Kristus Tuhan kita.

Dalam _Injil hari ini,_ Yesus mengecam _orang-orang Yahudi_ karena mereka _*tidak mau mendengarkan*_ Yohanes Pembaptis maupun Sang Mesias yang datang sesudahnya. Orang Yahudi itu seperti anak-anak yang tidak mau menyambut permainan temannya. _“Kami meniup seruling bagimu (bermain pesta pengantin), tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka (bermain pelayatan kematian), tetapi kamu tidak berkabung.” (Mat 11:17-19)._ 
    Yohanes yang penuh matiraga _(diibaratkan seperti perkabungan)_ mereka katakan _kerasukan setan;_ sedangkan Sang Mesias yang hidupnya bebas seperti kebanyakan orang lain _(seperti pesta pengantin)_ dikatakan _pelahap_ dan _peminum_ yang suka _bergaul dengan orang-orang yang rendah akhlaknya._ Yohanes mewartakan _matiraga_ sedangkan Yesus mewartakan _belas kasih_ serta sikap _merangkul semua orang (inklusif)._ Keduanya *“tidak mereka dengarkan”* sebab keduanya *menuntut perubahan:* _perubahan diri_ dan _perubahan cara hidup._ Mereka menolak ajakan untuk bertobat dan berubah, dengan _*alasan yang dicari-cari:* Yohanes mereka anggap “kuno” dan Yesus dianggap “mengikuti pergaulan bebas.”_ Orang Yahudi tidak mau melihat *esensi ajaran* yang diwartakan; mereka hanya mencela para _*Pembawa*_ ajaran itu. 

Terkadang kita pun _tidak mau mendengarkan_ apa yang disampaikan Tuhan kepada kita lewat orang lain. Dengan mudah kita _mencari alasan_ untuk menolak kekurangan si pembawa warta, dan _selanjutnya juga *menolak Injil* yang diwartakan._ Misalnya ketika orang berkata: “Waktu mengaku dosa, aku dimarahi Pastor, maka aku tidak akan ke gereja lagi” – seperti orang sakit yang tidak mau minum obat karena warna kemasannya tidak bagus.
    Kita mesti menyadari adanya perbedaan antara _*esensi (hakikat)* Kerajaan Allah_ dan _*bentuk perwujudan* esensi_ itu sepanjang sejarah Gereja. St. Paulus berkata, kita orang Kristiani mewujudkan warta Injil dalam _*”bejana tanah liat”*_ yang rapuh _(2 Kor 4:7)._ Kita harus menyadari bahwa Tuhan dapat berbicara kepada kita lewat _pribadi yang tak terduga._
    Inti pesan Injil hari ini adalah sabda Tuhan: _“Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya." (Mat 11:19)._ Yesus adalah _*Hikmat Allah*_. Kebenaran-Nya dibuktikan oleh _*seluruh perbuatan-Nya,*_ yaitu mewartakan Injil, menolong orang, mengusir setan, menyembuhkan penyakit, dan terlebih _*pernyataan kasih-Nya* secara total_ di kayu _*Salib*_ serta _*kebangkitan-Nya,*_ yang _menyelamatkan_ kita dari dosa dan _memulihkan hubungan kita dengan Allah._ *Inilah hakikat Kerajaan Allah* yang harus kita imani, siapapun pewartanya. Bahkan kita juga _dipanggil untuk ikut mewartakan karya keselamatan Allah itu, *dengan segala keterbatasan kita.*_ 
    Sesuai pesan Injil hari ini, mari kita *mempersiapkan diri* untuk menyambut Kristus bukan hanya dengan kegiatan rutin yang menyentuh sisi luar kita, tetapi dengan _melakukan *perubahan diri secara mendalam,* dengan perbaikan diri yang terus bertahan._ Memang mengubah diri sendiri itu amat sulit. Tetapi, jika masa Adven hanya memberi kita polesan luar yang cepat pudar, maka karunia Natal kita pun akan cepat lewat tanpa bekas. Dengan perbaikan diri secara mendalam, kita semakin siap menjalankan tugas perutusan kita, yaitu _mewartakan karya keselamatan Tuhan melalui kesaksian hidup kita._

_Ya Tuhan, bantulah aku dengan rahmat-Mu agar dapat memperbaiki diri untuk menyambut kedatangan-Mu. Jadikan hatiku terbuka seperti hati-Mu untuk menerima sesamaku dengan segala kekurangan mereka dan untuk berbagi sukacita kasih-Mu dengan mereka. Amin._

 πŸ†πŸ…°πŸ…ΆπŸ…Έ Jumat, 10 Desember 2021.
*Hari Biasa Pekan Adven II*
• Yes 48:17-19; 
• Mzm 1:1-2.3.4.5.6;
• Mat 11:16-19

Selamat beraktivitas mengikuti protokol kesehatan. AMDG. Berkat TUHAN._
_RS/PK/hr._